Thursday, August 4, 2011

Takut Mati

Tidak ada orang yang mengerti sampai sebatas mana kita sanggup bertahan atas semua cobaan yang ada di depan mata. Setiap orang berbeda dalam mengatasi rintangan yang mereka hadapi, aku, kau, dia, mereka tidaklah sama.

Di suatu senja yang buram, kutanyakan pertanyaan yang membuat temanku bingung,
"Jack, kenapa kamu ga takut mati sih..? Koq aku takut ya? Aku takut sendirian di sana, aku juga takut karena amalku masih sedikit, dosaku menumpuk.."

"Memangnya kalo udah tua kamu akan terus bersama pasanganmu? Pada akhirnya kan akan sendirian juga.." katanya pelan.

"Iya sih, cuma aku takut aja. Tapi kenapa kulihat kamu santai aja menghadapi semuanya?" kejarku lagi.

"Gini loh, hidup manusia itu ga bakalan luput dari yang namanya cobaan. Kalo kitanya santai dan ikhlas dalam menghadapi cobaan itu, maka kita tidak akan takut dengan apapun, walopun cobaan itu mungkin sangat berat. Kalo aku sih berusaha untuk menerima semua takdir yang terjadi padaku, tapi bukannya aku diam saja, tetap berusaha menghadapinya, dan jika nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka disitulah iklhas berperan. Gampang koq sebenarnya, kalo cobaan dibawa gampang ya akan gampang nantinya, tapi kalo dibawa susah ya bakalan merasa susah terus.." sahutnya panjang lebar.

Aku hanya menangguk-angguk saja mendengar penjelasan si Jack ini. Lalu dia melanjutkan, "Ga usah takut, Rin. Hidup manusia itu sudah digariskan ama Tuhan, biar kata kamu takut mati, ya tetap saja kamu akan mengalaminya, itulah siklus manusia. Sekarang bagaimana kitanya aja, akan melenceng dari ajaran Tuhan, atau berusaha mengikuti apa dengan sungguh-sungguh apa yang diajarkanNya. Tuhan itu lebih mengerti kita dibandingkan kita sendiri, Dia tahu apa yang ada dihati, apa yang kita butuhkan, apa yang terbaik buat kita. Jadi ga usah takut ya..!"

Aku tersenyum menatapnya, temanku ini aslinya kalo bercanda ancur banget sebenarnya, kehidupannya juga ga jauh dari kemelencengan, tapi dalam soal menghadapi problema hidup, dia santai banget. Dia belum menikah diusia yang sudah terbilang tua, pun dia mempunyai keturunan penyakit yang berbahaya dari keluarganya, tapi dia terlihat santai. Ya memang sih aku ga tau apa yang ada di dalam hatinya, tapi dia terlihat santai, teman yang menyenangkan untuk hangout dan berbagi.

Memang benar apa yang dia katakan, tidak perlu takut dengan apapun, cobaan itu dijalani saja seperti air yang mengalir, berusaha ikhlas menerimanya maka semua akan terasa mudah. Pun jika yang aku takutkan adalah kematian karena dosaku berjibun, maka cobalah mengikuti semua perintahNya dengan sebaik-baiknya. Semua akan terasa mudah koq kalo kita ikhlas...

Matahari mulai menarik selimut hitamnya, gelap di luar dan si Jack akhirnya pamit pulang. Padahal aku pengen tau kenapa dia putus dengan pacar yang selalu cemburu dengannya itu.. hehehe.. teteub lah, yang namanya gosip antar RT *Rukun Teman* mesti berlanjut. Tapi dia bilang, "besok aja yeeh...ceritanya panjaaaaaannnggg..."

Ok deh..

PS :
asyeeemmm...mo cari gambar buat tulisan ini dengan kata "meninggal" di gugel yang muncul malah gambar pocong kwabeehh...semm tenan.. bikin serem ajah..! huhhh..

3 comments:

  1. Ayooo Mbak mumpung romadon kita barengan perbaiki, temennya enjoy bgt ya kalo aku sih belum tentu bisa kaya gitu hihihi

    ReplyDelete
  2. aku takaut mati kalau aku belum bisa berbuat sesuatu kepada orang yang lebih kekurangan dari kita

    ReplyDelete
  3. kalo banyak amal sih gak perlu takut mati
    kalo banyak dosa itu biasanya takut mati
    :p

    #piss
    <<ngacir

    ReplyDelete