Friday, August 12, 2011

Tuhan Tidak Adil

Tuhan kenapa ga adil ya, beib..?
Ga adil gimana maksudnya..? 
Iya ga adil, kenapa Tuhan membiarkan seseorang menjadi gila ya..? Kan kasihan mereka, berkeliaran di jalan, makan dari tempat sampah, baju compang camping, kadang tertawa sendiri. Apa Tuhan ga kasian melihat mereka..? Koq tega membuat mereka menjadi seperti itu..?
Begitulah kisah di sore hari, seorang sahabat baik sedang mempertanyakan kenapa Tuhan bisa bertindak tidak adil seperti itu. Mempertanyakan kenapa saat kita sudah berdoa dan selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, tetap saja keinginannya tidak terpenuhi. Mempertanyakan pahala yang akan kita dapat, apakah akan bisa dicicil di bumi..


Aku yang minim ilmu agamanya cuma bisa tersenyum, temanku ini biasanya selalu positif dengan kehidupannya, tapi ntah kenapa sore itu tiba-tiba dia mempertanyakan hal di luar dugaan, temanku adalah seorang pria. Ketika kutanya kenapa, dia bilang baru saja melihat orang gila, makanya dia kepikiran karena merasa kasihan.

Dengan ilmu yang cetek aku cuma bisa bilang, bahwa Tuhan mempunyai rencana sendiri untuk setiap umatnya, tidak selalu apa yang kita inginkan dapat terwujud dengan segera. Bisa jadi ditunda karena memang belum saatnya. Apa yang menurut kita baik saat ini, belum tentu baik untuk Tuhan, karena Tuhan tau apa yang kita butuhkan, bukannya apa yang kita inginkan. Mungkin saja Tuhan sengaja membuat orang itu gila karena tidak ingin dia melakukan hal yang lebih buruk lagi, seperti bunuh diri.

Tapi, setiap orang memang harus belajar untuk ikhlas dalam menghadapi cobaan apapun, jadi mereka tidak akan jatuh dalam keterpurukan hingga membuat diri menjadi stres atau gila. Iya memang untuk ikhlas itu sulit, mudah diucapkan tapi sulit untuk diterapkan, tapi setidaknya berusahalah. Mungkin orang gila tadi sudah mencapai tahap tidak sanggup lagi menahan beban hidupnya, hingga menjadi seperti itu.

Yang aku tahu (mungkin salah, tolong dibenarkan jika salah), orang gila tidak memikul dosa apapun saat mereka terkena penyakitnya. Amal mereka dihitung mulai dari akil baliqnya sampai pada awal kegilaan mereka, dan saat mereka gila amal itu berhenti, karena mereka tidak bisa berpikir dengan otak mereka. Dan saat mereka sembuh nanti, barulah amal mereka akan dihitung kembali.

Tapi tetap saja aku kasihan dengan mereka...kata sahabatku lagi.

Aku juga kasihan, sebenarnya orang-orang seperti ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk memperhatikannya, tapi tau sendiri kan pemerintahan kita sibuk ngapain? sibuk sendiri untuk kesejahteraan diri sendiri, makanya makin banyak saja rakyat yang terlantar.

Kau pintar ya, beib.. baik lagi..
Makasih, tapi biasa aja, cuma itu yang aku tau, bisa jadi juga salah..
Iya, tapi kau baik... *dia mengeluarkan icon pelukan*, makanya aku benci banget kalo ada orang yang menyakiti hatimu... *keluar icon kemarahan*
Ga papa, mungkin aku sedang diuji keikhlasannya, dan semoga aja aku lulus dengan ini semua.. *ikut ngeluarin icon pelukan*
Kalo gitu aku ga jadi pindah keyakinan atheis deh... hehehe..
Dasar... :-)


Sore yang hangat, bersama seorang sahabat, rasanya aku tidak akan merasa sendirian di luar sana jika ada mereka...

PS :
tolong pencerahan soal ini ya, prens.. thx :-)

3 comments:

  1. Emang miris kalo lagi jalan ketemu orang gila, pencerahan?? malah aku yg dapet pencerahan baca postingan ini, mbak hebat! pemikiran aku gak sampe kesana...

    ReplyDelete
  2. adanya orang gila yg serba fakir itu (mental, sandang, pangan, papan, dstnya) adalah ujian berat bukan hanya buat ybs tp buat sekeliling yg melihatnya entah kita, masyarakat, ampe negara tuk peduli.....sebisa mungkin jangan berhenti pd kasihan deh tp action biar ga dibilang NATO hehehee bs berdoa, menyantuni, menyalurkan, dstnya(mengingatkan khususnya gw)apalagi pemerintah bukan ? kalo ga salah kan ada di UUD orang2 terlantar/ fakir miskin dipelihara oleh negara ehmm jangan2 negara lg sibuk UUD yg lain Ujung2nya D...heheheee ()()()

    ReplyDelete
  3. sama kayak mba Retno, aku baca ini malah dapet pencerahan. jadi mikir, lebaran ini manusia yang mentalnya terganggu itu apa memiliki ketupat yang bisa dia santap nanti, atau malam ini apa masih ada keluarga mereka yang terus mancarinya.
    semoga, anak kecil jaman sekarang udah gak punya hobi buat teriak teriak ngeledekin mereka yang di pinggir jalan :)

    ReplyDelete