Wednesday, October 26, 2011

Perpisahan

Langit sedang tidak bersahabat denganku, ketika di tempat lain hujan turun dengan derasnya, di langitku hanya menampakkan mendung gelap dan hanya meneteskan sedikit saja percikan butir hujan. Ketika suara rintiknya menyentuh atap garasi, aku segera berlari keluar, tapi tidak ada 5 menit rintiknya sudah berhenti. Padahal aku rindu suara gemuruhnya menyentuh genting rumahku, aku rindu percikan dinginnya menyentuh wajahku, aku juga rindu melihat bayangan seseorang berada di dalam setiap butiran beningnya.

Seseorang yang aku sayang sebentar lagi akan hilang dari pandanganku, seorang sahabat yang keberadaannya sangat aku syukuri. Ketika sebuah kabar aku terima bahwa dia akan pergi dan mungkin tidak akan kembali, rasanya seperti tersengat aliran listrik. Aku kelimpungan mencari tahu kenapa dia melakukan ini, sampai kemudian dia menjelaskan alasannya. Ada hal yang lebih penting yang harus dia lakukan, hal yang seharusnya dari dulu dia lakukan, yaitu berkumpul dengan keluarganya.

Aku, sebagai sahabat hanya bisa memberi dukungan padanya, tidak ada yang harus dibantah bagi seseorang yang ingin kembali bersama dalam pelukan hangat sebuah keluarga. "Sudah seharusnya dalam keadaan susah dan senang aku bersama mereka," begitu dia bilang padaku. Dia benar, bersama melihat tumbuh kembang buah hati, bersama mengarungi biduk rumah tangga, bersama dalam tangis dan tawa. Tiada yang lebih berbahagia bagi seorang anggota keluarga untuk berada di tengah keluarganya.

Tapi yang pasti aku akan sangat kehilangan dirinya di sini, karena buminya berbeda dengan tempat tinggalku. Aku tahu aku bisa menghubunginya dengan hanya menekan tombol, tapi tetap saja rasanya berbeda. Dia pasti akan sibuk dengan semua kegiatannya di sana, dan mungkin tidak akan sempat memikirkan hal lain. Aku juga mungkin tidak akan bisa bertengkar dengannya lagi. Biasanya kalo moodku sedang amburadul, dia akan jadi sasaran kemarahanku. Atau saat sifat egoisku muncul, dia juga akan menjadi sasaran kemarahanku. Kadang kalo dipikir, aku koq sering sekali memarahinya untuk hal yang sepele saja. Saat moodku sedang baik, dan otakku sedang bekerja sebagaimana mestinya, aku akan menjelaskan kenapa aku bisa berapi-api seperti itu, dan aku juga pernah bilang padanya, jika aku sedang marah atau pun kesal, maka biarkan saja aku, nanti juga aku akan baik sendiri setelah cooling down beberapa hari. Untung saja dia bukan orang yang ikut-ikutan menambah ruwet suasana. Dia akan diam saja sampai semuanya mereda..

Ahh.. jadi sedih :(
Ntah dia akan merindukanku atau tidak ya nanti..? Mungkin tidak sempat, lha wong dia itu orangnya ga mau diam, selalu ada saja yang dia kerjakan. Tapi jika tidak pun aku akan memakluminya, setidaknya aku tenang melihat dia berada di tempat dimana dia berbahagia.

Hib, di langit yang berbeda, kuharap kau menemukan kebahagiaanmu. Tidak perlu memikirkan keruwetan yang terjadi di kota semerawut ini, ataupun rasa tertekan dari pihak mana pun. Aku akan kehilanganmu..sangat.. tapi tidak apa-apa, waktu akan berlalu dan aku akan terbiasa tanpamu setelah ini. Tapi asal kau tahu saja, aku tidak akan pernah melupakanmu... tidak akan pernah..

Hib, jaga dirimu baik-baik.. jaga kesehatanmu, salamku untuk semua di sana, sun sayangku untuk anak-anak. Jauh itu tidak akan berarti apapun jika saling mendoakan, dan aku akan mendoakanmu dari sini. Untuk semua hal yang membuatmu kesal, atau membuatmu sedih karena kelakuan dan sifatku yang sembarangan, aku minta maaf..

Oh dear God... I miss you already .. :(

....

3 comments:

  1. wegah ngomentarin lainnya lah...
    kalo mau ujan sinih aja atuh
    ga cuman mandi ujan
    mandi lumpur sekalian
    tersedia disini...

    ReplyDelete
  2. "Kamu BISA sembunyikan sedihmu pada orang lain, tapi TIDAK bagi mereka yang PEDULI padamu. Mereka yang tak butuh kata tuk tahu lukamu"
    (Kutipan dari twitter)

    Hmmm..sekarang saya tau bagaimana perasaan sahabat saya yang sudah sejak dini khawatir kalau qta pisah..."Semua tidak akan sama" katanya..

    Ikut sedih..
    Semangat teteh..pasti ada hikmahnya :)

    ReplyDelete
  3. Bersabarlah pada setiap ujian.....
    Bukankah cinta dan ikatan silaturahim tidak akan hilang karena jarak dan waktu, bahkan oleh maut sekalipun.
    Salam kenal.

    ReplyDelete