Thursday, October 13, 2011

Pintu Masa Lalu

Kadang jika sedang sendirian, aku seperti melangkah di atas tanah, melayang tanpa bisa menjejakkan kaki di bumi. Pikiranku sering mengembara seenaknya tanpa bisa kuhindari. Mulai dari masa kecilku, saat remaja bahkan saat ninik-ninik seperti sekarang ini.

Aku seperti membuka kembali pintu dari setiap masa laluku, melihat ke dalam hanya untuk sekedar mengetahui apa saja yang aku lakukan saat itu. Pintu masa kecil yang selalu terkenang adalah saat aku menjadi anak nakal waktu TK Nol Kecil, dimana aku sama sekali tidak mau membagi bekalku kepada teman sebangkuku, muka terlihat cemberut, bekal yang kubawa kupeluk erat karena takut ada yang mengambilnya. Saking pelitnya aku sampai lupa makan karena sibuk menjaga bekalku itu. Benar-benar anak nakal..

Lalu pintu kedua terbuka, pintu saat remajaku, saat itu aku SMP.  Yang paling kuingat adalah saat seorang anak laki-laki yang dengan nekat selalu mengikuti aku pulang, aku tahu dia pasti suka padaku, tapi aku malah membentaknya dengan ketus saat hari keberapa dia masih saja mengikutiku, padahal menyatakan cinta saja tidak dia itu. Anak laki-laki itu berdiri mematung di pinggir jalan, dan aku berlari sekencang mungkin menjauh darinya. Tapi yang mengagetkan adalah, dia justru datang ke rumahku keesokan harinya, minggu. Ibuku hanya tersenyum melihatku ngedumel ga karuan dan sama sekali tidak mau menemuinya sampai dia pamit pulang. Aku kembali menjadi anak nakal karena menyakiti seorang teman..

Aku tidak ingin membuka pintu ketiga, karena aku tidak begitu menikmati masa SMAku, ntah kenapa aku merasa menjadi anak yang sangat pendiam saat di SMA, mungkin karena kehidupan pribadiku sedang bergejolak saat itu. Hidupku datar, mulai berangkat, belajar, lalu pulang, dan semuanya hampir sering tepat waktu, aku jarang keluyuran.
Sama halnya dengan pintu keempat, aku juga tidak ingin membukanya, tidak ada yang penting saat aku kuliah. Apalagi gejolak dalam diriku sudah membuatku semakin menarik diri dari pergaulan, hingga akhirnya aku tidak bisa menamatkan studiku..

Tapi saat ini, pintu yang paling sering kubuka adalah pintu saat bertemu pasanganku, juga saat bertemu seorang sahabat yang sangat mengerti aku. Bolak balik aku selalu membuka pintu mereka. Jika ada rasa kecewa dan sedih, maka aku akan kembali ke masa lalu untuk mengenang kebaikan di dalamnya. Mensyukuri keindahan yang terjadi selama masa itu, lalu biasanya semuanya akan berangsur membaik, dan kesedihanku akan menghilang..

Sayangnya, sahabat yang aku banggakan sekarang menghilang, aku tidak tahu dia dimana. Tidak ada kabar atau apapun yang bisa menjelaskan kepadaku ada apa sebenarnya, aku seperti merasa dia telah membuang aku. Kejadian itu sudah lama berlalu dan aku masih saja kebingungan dan sedih memikirkannya. Pintu inilah yang sering kubuka saat ini, karena aku masih diliputi tanda tanya besar tentang apa yang terjadi. Malah kadang muncul prasangka yang aneh-aneh hingga membuatku marah, ntah marah kepada siapa.

Tapi mungkin akan ada saatnya aku tidak akan merasa sedih lagi dengan pintu terakhir masa laluku. Aku mungkin hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan rasa kehilangan ini. Tidak perlu menargetkan berapa lama aku akan kembali normal, pelan-pelan saja. Toh apa yang terjadi, apa yang ada di bumi ini tidak akan kekal selamanya. Semua ada awal dan akhirnya, tidak ada orang yang selalu gembira, tidak ada juga yang selalu bersedih. Suasanalah yang biasanya menarik kita tenggelam di dalamnya hingga selalu merasa sedih.

Ah, aku malah ngelantur kemana-mana.. mungkin karena sedang sendirian hingga pikiranku malah kembali membuka setiap pintu masa laluku.. rasanya kalo sudah begini pengen punya kantong doraemon. Hingga aku bisa merubah kesalahan yang aku lakukan dahulu...tinggal mengambil pintu di kantong, lalu *ziiiipph..!* dan kembalilah aku ke masa lalu..

Hhhh...tidur ah...nite nite, Moon...

--o)(o--

....sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiring yang paling setia adalah kerendahan hati...

2 comments:

  1. buka saja pintu masa kini bersama si akang pake "master key" pasti bikin legaan plong yg sedih berangsur2 gembira.....susah ngebuka pake master key ? yaah pake kunci duplikatnya beres deh hehe...

    ReplyDelete
  2. sayangnya ga punya kunci duplikat :D
    kalo hilang ya harus dijebol deh..hehehe..
    makasih dah mampir mas.. :)

    ReplyDelete