Friday, November 4, 2011

Hujan dan Hazard

Bisa menatap hujan dari balik kaca jendela itu sangat mengasyikan, dari jendela manapun termasuk dari dalam jendela gerobak. Senin kemarin sepulangnya dari Bogor sore hari, di tol Jagorawi hujan turun dengan derasnya sampai kendaraan yang lewat di sana berjalan perlahan karena hampir tidak bisa melihat apapun.

Di sepanjang tol terlihat banyak kendaraan yang berhenti di bahu jalan, bukan karena mogok, tapi karena telah terjadi tabrakan. Bisa jadi karena itu tadi, pandangan yang terbatas karena pekatnya hujan yang turun, plus sein mobil yang tidak jelas.

Aku pernah membaca artikel bahwa dalam keadaan seperti ini, dimana pandangan terhalang karena kabut atau hujan, maka lampu senja harus dinyalakan, untuk memberitahu kendaraan di belakang kita bahwa kita ada di depannya. Tapi kebanyakan pengendara malah menambah lampu hazard yang berkedip kuning dalam kondisi seperti ini. Sebenarnya malah berbahaya jadinya, kita jadi tidak tahu kemana arah mobil tersebut melaju, ke kanan kah atau ke kiri. Itulah mungkin yang terjadi pada kendaraan yang menepi karena tabrakan tadi. Bisa juga karena ngerem mendadak dan yang di belakangnya ga awas.


Kami juga sempat mengalami kemacetan karena ada pohon yang tumbang di dekat bahu jalan. Tapi setelah melewatinya seterusnya lancar sampai rumah. Anehnya sampai rumah hujan sama sekali tidak ada, kering. Hujan baru menyapa langitku hari rabu kemarin, dan sejak itu cuaca menjadi sangat sejuk sampai detik aku menulis ini.

Dingin...hmm.. kalau saja udara Jakarta selalu seperti ini ya..?
*kemulan....*

No comments:

Post a Comment