Wednesday, November 2, 2011

Hujan dan Kenangan

Sepertinya sudah lama sekali aku tidak melihat hujan, ketika semua tempat sudah mulai hujan, di tempatku tidak ada sama sekali. Memang sih mendung, gelap pekat seperti sore hari, tapi hanya itu saja. Yang ada hanya gerimis kecil yang tidak mampu hanya sekadar membasahi daun pun. Kala tempat lain sudah mulai banjir, di tempatku bahkan tanahnya masih kering.

Teman-temanku yang satu daerah bilang, mungkin karena pawang hujannya banyak dan kuat hingga hujan urung datang menyapa langitku. Memang kenapa ada pawang hujan..? mungkin karena ada pembuatan jalur baswei di jalur dekat daerah kami. Agar pekerjaan tidak terhalang, maka di datanglah pawang hujan tersebut. Itu sih kata temanku, bisa jadi dia sedang berkelakar, habis aneh saja melihat hujan di tempat lain sedang deras-derasnya, koq di sini malah belum ada.

Sampai kemudian hari ini hujan turun dengan derasnya sejak pagi, senang rasanya. Ada rindu bercampur baur dengan rasa haru. Tanamanku pasti senang, tanaman yang sering kali aku tinggalkan karena begitu seringnya aku keluar kota.  Tapi hujan juga membawa rasa aneh dalam diriku... ntah rasa apa itu, tapi selalu saja membangkitkan kenangan lama. Apa kau pernah melihat hujan bersama seseorang yang kau sayang..? aku pernah, tapi itu sudah lama sekali berlalu... yang tertinggal sekarang hanyalah hujan, sedangkan dirinya sudah hilang ntah kemana. Aku tidak menyesali apapun, hanya saja terkadang sering teringat saat hujan seperti ini datang.

Geludug bersautan di kejauhan, petir menyambar berusaha menyentuh bumi. Saat ini langit ramai sekali oleh tarian hujan dan sahutan para tuan penghuni langit...

Selamat datang di langitku, hujan.. kumohon kau tidak cepat-cepat pergi, karena aku butuh teman saat ini...

2 comments:

  1. Hujan dan kenangan, entah mengapa rangkaian kata itu semakin sakti akhir-akhir ini, seperti tak berkesudahan diperbincangkan. Memaksa kita menjadi melakolis, sentimentil, atau semacamnya. Tapi tak apa, sebab aku suka, bahkan teramat sangat ;-)

    ReplyDelete
  2. sama sepertiku..
    aku benar-benar jatuh cinta pada hujan.. :-)

    ReplyDelete