Monday, November 14, 2011

Menunggu

Menunggu sebuah hari dimana semuanya akan berakhir adalah benar-benar menyiksa hati dan pikiran. Isinya semua tentang ketakutan dan rasa was-was yang berlebihan, membuat hari-hari dipenuhi mood yang naik turun. Bisa jadi kalo kurang kendali semuanya bakalan meledak, but then again buat apa juga emosi..? Jika emosi bisa membuat semuanya kembali seperti semula mungkin udah dari awal bakalan pecah perang dunia ke-6.

Setiap hari berusaha senormal mungkin, walaupun hati kadang ketar ketir juga. Apa enaknya menunggu hal yang tidak kita sukai..? ga enak, tapi itu bakalan terjadi tidak lama lagi. Mau ga mau aku harus menerimanya, karena sudah keputusannya seperti itu. Kalo mau jujur mah pengennya tidak akan terjadi apapun, ya tapi ga bisa begitu.

Semuanya akan berubah setelah ini, mungkin akan membuatku semakin kesepian, atau membuat semuanya suram, mungkin semangatku bisa jadi mengendur, mungkin aku akan semakin menjadi orang yang pendiam, mungkin sebelah hatiku akan ikut mati karenanya. Tapi itu semua hanya mungkin, bisa saja terjadi sebaliknya, kemampuan setiap orang untuk beradaptasi memang beragam, bisa jadi awalnya kesepian tapi semua akan kembali normal. Lalu jika awalnya terlihat suram, ya semua pasti begitu kalo menghadapi situasi yang tidak menguntungkan, tapi ya itu tadi, semuanya butuh waktu begitu juga untuk semangatku. Payahnya...aku butuh waktu yang agak lama untuk kembali normal dibandingkan orang lain..

Jika aku pendiam, mungkin memang dari sananya begitu, aku ini mirip seperti lilin, butuh dinyalakan dulu baru bisa sedikit bersinar ..itu pun remang-remang, jika tidak ada boosternya ya bakalan diam saja seperti batu. Dan jika sebelah hatiku nantinya akan ikut mati, maka aku akan merelakannya. Hati itu ada memang untuk dibagi pada orang yang kita kasihi, jadi jika mereka membawa sebagian hatimu pergi, maka lebih baik diikhlaskan saja. Lalu berusaha menggenggam erat sisa hati yang tertinggal, jangan pernah memberikan semuanya karena bisa jadi kita akan mati beneran deh...

Aku ini ngomong apa ya..? ntahlah, pikiran sedang kusut karena aku akan kehilangan sebuah pematik apiku. Lalu bagaimana caranya lilin akan menyala ya..? apa harus menunggu kilat atau petir menyambar..? atau pake lup menghadap matahari hingga muncul api yang bisa menyalakan lilin itu..?

Ntahlah, kita lihat saja nanti.. lagi pula semua kejadian pasti ada hikmah dan pembelajaran di dalamnya, siapa tahu semuanya akan berakhir baik...Insyaalloh.

Jadi inget, aku pernah ditertawakan sohibku karena tidak tahu apa itu 'lup'..
dasar o'on..

4 comments:

  1. mau bersinar aja butuh dikomporin
    payah ah cem...

    ReplyDelete
  2. pemantik api itu, Ay, hendak ngelana kemanakah gerangan..? ah, tapi semoga bukan seperti yang ku sangka-kan.

    eniwei, semoga Tuhan selalu memberikan jalan kebahagiaan dan apapun yang terbaik buat dirimu ya? #bighug

    ReplyDelete
  3. berkunjung sob..salam kenal.sukses ngeblog-nya :)

    ReplyDelete