Sunday, November 20, 2011

Merawat Diri

Wanita memang tidak jauh dengan yang namanya salon kecantikan, jika ada uang lebih maka mereka akan memanjakan diri mereka dengan datang ke salon. Aku punya teman yang setiap hari status di jejaringnya selalu saja ke salon, heran kerja apa dia itu sampai tiap hari harus masuk salon untuk menata dirinya terutama rambutnya. Mungkin setiap hari ada meeting dengan orang penting kali.

Tidak dipungkiri aku juga kadang ke sana, tapi biasanya datang kalo migrenku sedang kumat atau sehabis sakit. Bukan untuk merawat diri, tapi biasanya aku hanya krimbat saja. Tau sendiri kan kalo krimbat pasti ada pijat kepala sama pundak, itulah yang biasanya aku cari, pijatannya saja. Kenapa ga cari tukang pijat..? karena aku belum menemukan tukang pijat di sini, mungkin seharusnya ada tapi aku ga tau carinya dimana. Sebelum ini sih biasanya ibuku yang sering memijatku saat aku sakit, tapi setelah ibu pindah ke Bogor aku larinya ke salon.

Wanita yang mempunyai kebiasaan datang ke salon sepertinya akan terus datang walopun sudah tidak dalam usia produktif untuk bekerja, alias sudah pensiun. Mungkin karena biasa menata diri dan menyukai kebersihan. Sama seperti ibu yang sudah sepuh ini, menurut beberapa pegawai salon, nenek ini memang rajin merawat dirinya sejak masih muda, dan sampai sekarang tetap saja rajin walaupun usianya sudah lanjut.

Nenek ini datang bersama perawatnya, menggunakan kursi roda, lalu pegawai pria mengangkatnya pindah ke tempat cuci rambut. Para pegawai wanita sepertinya sudah terbiasa dengan kedatangan nenek ini, mereka bercakap-cakap seperti biasa dan menanyakan perawatan apa yang beliau inginkan. Menurut pegawai yang menanganiku, si nenek ini biasanya datang untuk memotong rambutnya yang panjang, juga untuk medi pedi alias merawat kuku tangan dan kakinya. Rajin sekali memang..

Ntah apa aku akan seperti itu kalo sudah tua ya? kayaknya sih ngga, udah tua ngapain juga musti ke salon. Ah, tapi itu memang kebiasaan sih.. orang slebor kayak aku mana ngurusin begituan. Tapi kalo udah tua seperti nenek ini dan tidak bisa memotong rambut sendiri gimana ya..? minta tolong suami paling...kalo akunya udah sendirian gimana..? ya minta tolong potongin anak.. eh, anak darimana ya?..:-) anak tetangga mungkin...

Hari itu si nenek terlihat ceria dengan banyak bicara kepada penatanya, sedangkan aku pulang dengan kepala yang sudah agak enteng akibat serangan migren. Rambutku jadi harum... hmm..

2 comments:

  1. potonya keren...
    baru tahu kalo bebek kayak gitu wujudnya...

    ReplyDelete