Monday, November 21, 2011

Penerus

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah - Pramoedya Ananta Toer -

Dimana pun kisah selalu saja sama, setiap ibu atau ayah yang seorang blogger atau tukang nulis di langit kebanyakan selalu mengisahkan keluarganya. Sangat jarang seorang suami yang mengisahkan istrinya dalam tulisan, atau pun sebaliknya, istri mengisahkan suaminya dalam setiap tulisannya. Kebanyakan dari mereka mengisahkan anak mereka..

Aku pernah lihat sebuah iklan di tipi, seorang ayah menulis kisah tentang anaknya dari sejak kelahirannya sampai anak itu menjadi balita. Semua tulisannya dipersembahkan untuk anaknya itu jika dia sudah dewasa dan bisa membacanya. Sama seperti seorang teman yang selalu mengisahkan kegiatan anaknya dari mulai isterinya hamil, lalu bayi sampai berjalan, sampai kelahiran selanjutnya dan mulai lagi kisah itu tertulis dengan indah.

Betapa menyenangkan melihat pertumbuhan buah hati dan memperhatikan setiap perubahannya, pasti ada saja yang membuat orangtua takjub dan terkagum-kagum dengan semua yang si kecil lakukan. Bisa tengkurep aja udah bikin orangtua heboh dan senang, apalagi mulai berjalan, mulai bisa memanggil, mulai bisa menirukan dan banyak lagi.

Jika mereka besar nanti, dan mendapati sebuah buku di langit yang mengisahkan kehidupan mereka, pasti mereka akan senang. Jejak tulisan itu akan selalu ada di sana untuk bisa di baca. Bisa jadi mereka akan meneruskan menulis kisah mereka selanjutnya.

Quote di atas aku baca dari blog seorang teman, dan benar adanya. Kita akan hilang dalam peradaban sejarah jika tidak ada jejak yang kita torehkan. Dan jejak dalam hidup manusia itu adalah tulisannya. Sama seperti manuskrip kuno, kita bisa tahu ada berbagai peradaban di bumi ini karena tulisan tersebut. Inilah yang aku lakukan sekarang, menulis tentang peradabanku sendiri. Orang lain mungkin menulis untuk diturunkan kepada penerusnya (anak), jika aku punya pun akan aku turunkan kepada anakku, dan akan aku ajari dia menyukai dunia tulis menulis. Tidak perlu berbobot (walopun itu merupakan nilai tambah), cukup jujur saja dalam setiap tulisannya, lha wong tulisanku juga berantakan semua .. tapi jika pun tidak ada penerus untuk tulisanku ini, setidaknya aku bisa dikenal dalam sejarah hidupku..."Oh, ini si Ay toh..yang katanya pendiam tapi narsis itu.." mungkin begitu ntar anggapannya.. hehehe..

Foto dan tulisan di langit, sejarah yang tidak akan lekang oleh waktu.. kecuali kalo servernya di tutup, bisa ilang semua deh tulisan kita. Makanya copy di tempat lain, jadi ada cadangannya.. Hmm..enaknya copy dimana ya..? Menurut kalian, situs apa yang enak buat naruh tulisan selain blogspot ini ..? Bisa sih kita tulis dibuku sebagai buku harian, tapi kendalanya adalah...kalo udah berbuku-buku naruhnya bingung, belum kalo kita pindahan bisa ilang tuh buku, belum lagi kalo ada gempa atau banjir kan bisa ancur buku kita.. jadi amannya ya memang taruh di langit..bisa dibuka dimanapun, bisa dibawa kemana pun..


Selamat menulis, teman.. :-)

6 comments:

  1. aku suka kok nulis tentang istri...
    kecuali mantan istri simpanan

    ReplyDelete
  2. mbok sekali-kali nulis tentang istri simpanan..
    kesian kan dia..pengen eksis juga..

    ReplyDelete
  3. mmm...kalau aku cuma nulis tentang rasa, dan segala warna-warninya :-P

    eniwei, kamsia lho jeung udah di promoin blognya...tar kalo laris, ane bagiin 2% ya *halagh, berasa kaya perantara jual beli aja ya* gyahahaha...

    ReplyDelete
  4. hmm..msh kepikiran buat bek ap tulisan..tapi dimanaaa...dimanaaa..dimaaanaaaa... :D

    ReplyDelete
  5. @Pitz : makasih ya..ijin naro quote di rumahku, biar aku terpacu untuk selalu menulis :)

    @Anonym : makasih..

    @Irly : aku sedang jajal nyari di wordpress ama multiply..ntah bagusan yang mana..tapi kayaknya di multiply asik juga buat naro blog :)

    ReplyDelete