Monday, December 26, 2011

Rumah Masa Depan

Ntah kenapa di hari minggu pagi aku menyempatkan diri mampir ke pemakaman umum di daerah Pondok Kelapa. Waktu itu sebenarnya sedang bersepeda keliling daerah timur, dan ketika melewati pemakaman ini ku sempatkan berhenti sejenak. Assalamualaikum ya ahli kubur, ucapku setengah berbisik.

Rumah masa depan itulah nama tempat yang suatu saat akan kita tuju, ratusan orang sudah terkubur di sana dengan ratusan sebab yang bisa dipahami atau pun tidak. Kadang kalau abis ikut menghantar jenazah, aku sering kali menengok lagi dan lagi bekas tanah yang masih merah dimana jasad terkubur. Suka kesian, jenazah itu pasti sendirian di sana, walaupun iya sih itu cuma badan saja, cuma jasad. Tapi tetap saja suka kesian..

Aku teringat seorang teman, karena rumitnya hidup yang dia jalani, dia merasa sangat putus asa dan merasa tidak ada pilihan lain lagi selain ingin mati. Ya jelas aku menentangnya keras, tapi aku sadar jika seseorang dalam masa keterpurukannya, dimana otaknya sudah lelah maka pikirannya suka macam-macam. Mungkin dia pikir dengan mati semua masalah akan selesai.

Lalu jika melihat seperti ini, apa dia mau ditinggal di pemakaman seperti ini sendirian? Melewatinya saja manusia enggan, apalagi berkeinginan tinggal di sana... hhhh..ntahlah, kupikir orang yang berkeinginan mati adalah orang yang tidak memiliki rasa syukur dalam dirinya. Beranggapan derita yang dia hadapi adalah derita yang paling hebat hingga buta kalau dia sebenarnya memiliki segalanya. Coba kalau dia mau sebentar saja membuka pintu rumah, di sanalah derita sesungguhnya terjadi..

Well, namanya juga otak mampet...begitulah..

Semoga saja aku tidak akan pernah punya keinginan seperti itu, seberat apa pun kehidupan semoga bisa aku lalui. Lagi pula, selalu ada malam setelah siang, semua akan terus berputar. Kebahagian itu satu paket dengan kesedihan jadi jalani saja..

*) minggu yang mendung..kaki rasanya mo patah gowes kejauhan...hehehe..

15 comments:

  1. Kapan2 kita gowes bareng yah mbak ay...

    well, sebenarnya sy takut mati mbak bukan apa cuman karena saya takut ada dalam rumah masa depan itu. saya takut gelap soalnya, ngeri mbak ay.

    bagi saya org yang bunuh diri itu pemberani, tapi sayangnya mereka gak berfikir.

    ReplyDelete
  2. walikumsalam calon ahli kubur...
    kapan daptar jadi warga..?
    haha

    ReplyDelete
  3. mati adalah sebuah kepastian, jadi mudu di siapkan dari skrg hehe.. Terimakasih setidaknya tulisan ini sudah mengingatkan saya...

    ReplyDelete
  4. Super sekali postingan ini... I Like it..

    ReplyDelete
  5. mbak ay..kalau gowesss jangan jauh-jauh...capek khan...
    kematian > semua pasti mengalaminya...tergantung waktu yang ditentukan-NYA untuk kita....

    Selagi masih ada detik dan menit marilah kita mencoba melakukan yang terbaik bagi kita...

    ReplyDelete
  6. Hidup & Mati tidak bisa kita hindari,tapi bagaiaman mana semua itu dapat kita terima kalau kita tidak dekat dengan Tuhan kita
    Mudah2an sebelum kita nanti atau bahkan sekarang meninggal,kita sudah melakukan hal2 terbaik selama kita hidup

    ReplyDelete
  7. Wah..like it..
    Tempat naroh jempol dimana teh? :p

    ReplyDelete
  8. Wah..like it..
    Tempat naroh jempol dimana teh? :p

    ReplyDelete
  9. pas mantab rmh masa depan......

    ReplyDelete
  10. nice post.
    untuk it dr skarang mari ngumpulin bekal utk mprindah rumah msa depan
    =D

    ReplyDelete
  11. mati tak bisa dicurangi, siapapun pasti akan mati

    ReplyDelete
  12. mendengar kata kematian aja sudah merinding. coz banyaknya pahalaku belum bisa menandingi beban dosaku. huh jadi terinspirasi untuk mencari amal yang banyak nih. supaya bisa merenovasi rumah masa depan..

    ReplyDelete
  13. matur suwun teman-teman :-)
    nanti kita ketemu lagi di rumah masa depan yak..!
    kwkwkwkwk...

    ReplyDelete
  14. Aku waktu hari Rabu juga ziarah ke makam nenek dari bapak.

    Kita, pasti mati. Siap atau tidak, pasti mati.

    ReplyDelete