Tuesday, January 10, 2012

Cinta Pertama

Hampir tiap bulan sms seperti ini datang menyapa, yang tadinya beberapa hari sekali, kemudian seminggu sekali, lalu dua minggu dan akhirnya sebulan sekali. Lalu siapa dia...?

Dia adalah seorang pria dengan perawakan tinggi kurus, kemana-mana mengendarai motor Tigernya. Mungkin karena jarak yang jauh antara rumah dan kantornya semakin membuat badan pria ini menipis saja. Dia memiliki tiga orang anak yang pintar-pintar. Anak sulungnya adalah seorang perempuan, usianya mungkin masih sekitar 10 - 12 tahun. Tapi gadis ini sangat pintar bahkan sudah bisa merakit komputer sendiri.

Istrinya adalah mantan suster, seorang wanita yang sangat sabar dan pengertian. Mereka selalu berdiskusi tentang segala hal tanpa rahasia apapun, termasuk saat suaminya berkata, bahwa dia masih mencintai wanita cinta pertamanya dulu, dan mungkin akan selalu mencintainya sampai mati. Istrinya tidak marah sama sekali, bahkan jika sedang bicara dengan cinta pertamanya di telpon, istrinya ikut mendengarkan di sampingnya. Bahkan si sulung pun dikenalkan kepada wanita cinta pertamanya itu, dan pernah menulis sms mengucapkan selamat lebaran.

Apa benar ada istri sekuat dirinya ya? Apa benar istrinya tidak cemburu..? Memang benar suaminya tidak melakukan apapun, itu hanya rasa yang dimiliki dari sejak dulu sampai sekarang. Sebuah rasa yang mengendap berpuluh-puluh tahun lamanya.

"Maaf, aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang, bahkan mungkin sampai aku mati, rasa ini tidak akan pernah hilang sampai kapanpun... Maafkan aku, kamu jangan marah ya..?"

Itulah barisan kalimat yang selalu diucapkan pria itu jika menelpon cinta pertamanya. Wanita itu hanya diam saja mendengarkan...

Tapi....kenapa wanita cinta pertamanya itu adalah AKUUU.....?!!....hadeeuuuh.. Ni orang bikin pusing kepala aja deh....(˘_˘")

*) tepar lagi ah...kepala masih mumet, demam... Zzzzz..

11 comments:

  1. suit...suit...cinta pertama sejuta rasanya....

    ReplyDelete
  2. omaigattt, ini bukan kaya cerita dongeng2 itu kan ay? hmmm...aku ga tau deh, harus bersyukur apa berduka punya pemuja cinta kaya gini :-P

    eniwei, cepet sembuh ya saiyangkuhhh #bighug

    ReplyDelete
  3. wuihhhhhhh.... asemmm maksimal nih cowo

    ReplyDelete
  4. @Rumput :
    hehehe..buat dia sejuta, buat aku bikin ngeri :D

    @Pitz :
    bukan dongeng, cuy..asli ini mah..serem kan? :))
    makasih ya doanya...*bighug*

    @Syam :
    ini mah nekad aja lakinya...:D

    ReplyDelete
  5. orang yang terlena sama cinta terhadap orang lain,berarti hidup dia hanya untuk cinta bukan untuk berbuat lebih demi kepentingan sesama karena kita hidup untuk berbuat yang terbaik bukan untuk mikirin cinta yang kagak ada habis'a

    ReplyDelete
    Replies
    1. cinta memang tidak ada habisnya..
      tapi kupikir temanku ini bisa menghandelnya dengan baik, karena kehidupannya baik sampai sekarang..

      kecuali dia membabi buta itu baru namanya ga bener.. :)

      Delete
  6. Cinta pertama saya juga gak hilang dari rasa tetapi saya tidak seperti lelaki itu, terus menghubungi, karena ia punya suami, punya keluarga. Kalau dia bahagia dengan suaminya, saya sudah cukup gembira. Apalagi, ketika dia saya ajak menikah, dia sudah menunggu saya terlalu lama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. cinta yang dewasa namanya :)
      jadi sampai skg kang kombor blum merit?

      Delete
  7. wow...gak bisa comment aku...jadi inget kejadian dulu² yg terjadi sama diriku...hampir sama dengan ceritamu mbak....

    lagi sakitkah....?? lekas sembuh ya mbak....

    ReplyDelete