Wednesday, February 22, 2012

Opname

Aku tidak bisa tidur di malam pertamaku di sini, kondisiku sudah tidak separah sebelumnya karena sudah diinfus dan diinjeksi untuk meredakan maagku. Yang terasa hanya lemes saja. Ku pandangi saja kamar dengan gorden hijau ini, terasa sepi dan senyap.

Teman sekamarku yang berasal dari Kroya sudah terlelap tidur dengan ibunya yang menungguinya di sana. Dan aku masih saja tetap memadangi gorden tadi. Lampu terang benderang itu yang mungkin membuatku sulit memejamkan mata.

Sampai kemudian terdengar suara, "Aduuhh..! Sakiit...Sakiiitt.. Allohhu Akbarr..!" begitu terus berulang-ulang. Seorang ibu paruh baya sedang merintih di kamar yang lainnya, saking kerasnya sampai terdengar ke kamarku. Aku merinding mendengarnya..

Kadang kita merasa bahwa kala kita sakit, kitalah yang paling menderita, sakit flu saja kadang sudah mengeluh, demam sedikit sudah aleman, tapi coba kita datang ke rumah sakit...semua yang kita rasa itu belum ada apa-apanya. Sama denganku, aku kadang juga merasa seperti itu, merasa yang paling menderita adalah kita, terlalu lebay kalo dijabarkan. Tapi mendengar rintihan ibu tadi, juga saat di ruang operasi, semuanya berubah menjadi rasa syukur bahwa sakitku tidak separah mereka. Sedih melihatnya, sedih mendengarnya, saat itu yang kubisa hanya berdoa agar kami semua yang ada di sini diberikan kesembuhan, diangkat seluruh penyakitnya, hingga tak terasa air mata menetes.. sedih deh..

Tiga hari dua malam berada di sana, selalu saja kudengar teriakan para pasien. Membuatku tidak tahan dan pengen pulang saja. Tapi untungnya ibu teman sekamarku itu orangnya ramah, kadang mengajakku bicara dengan logat ngapaknya yang kental, kalo udah gitu sering kangen dengan teman-teman gemblungerku di empi. Aku sendirian di sana, tidak ada yang menemani, pun tidak ada yang tahu aku sedang diopname sampai kepulanganku, jadi ga ada yang besuk. Sengaja...karena aku butuh ketenangan.. :-)

Ada kisah lucu dengan si ibu Kroya ini, kudengar dia menelpon suaminya dengan nada agak kesal. Kira-kira artinya begini, "Pak, tolong bawain celana dalam ama beha ya..! Dalemanku udah habis, tapi yang bagus ya pak..! Mosok kemarin dibawain celana dalam bolong-bolong sih?! Yang bener kenapa..! Sekalian kerudungnya yang bagus juga..!" aku nyengir mendengarnya. Lucu mendengar gaya bicaranya itu..

Aku juga kekurangan baju dan daleman saat itu, dan sms akang untuk membawakannya saat berkunjung. Siangnya akang datang membawakan pesananku, lalu setelah dia pulang aku ganti baju dan daleman. Ampir ngekek aku di kamar mandi padahal ribet nenteng-nenteng infus sendirian, soalnya akang bawa cd yang bolong-bolong juga...hayaaahhhh..! Ketulah gara-gara ngetawain ibu Kroya tadi... :-))

Ah, pria .. apa jadinya kalian tanpa wanita ya? Mbok bawain baju ama daleman yang bagusan dikit kenapa, namanya juga diluar rumah. Kalo di rumah mah sebodo teuinglah.. ini mah udah cdnya bolong, kaosnya kecil dan robek di tangan, lha piye carane aku masukin botol infus kalo lobang tangannya kecil..? hadeuuhh... tapi asli aku ga bisa kesel, malah geli aja bawaannya. Pria memang ahli dalam hal mencari rejeki, tapi untuk urusan rumah tangga dan tetek bengek, wanitalah jagonya.. akui sajalah..! :D

Hari berlalu dan aku ingin pulang, senin siang akhirnya sudah diperbolehkan pulang, saat itu baru bisa berjalan keluar kamar mencari signal karena infusnya sudah dicopot dan bisa mengabari temanku. Bisa dipastikan mereka sebel..hehehe..sakit koq ga bilang, kan pengen besukkkk.. gitu kata mereka. Maaf ya.. :-)

Hikmah dari semua ini adalah, jalani saja apa yang sudah menjadi takdir kita. Saat ini kita diberi sakit, maka terimalah dengan sabar dan ikhlas. Itu tanda Allah sayang dan menegur kita untuk lebih sering bersyukur jika kita diberi nikmat. Biasanya sakit dikit udah bikin kita lupa dengan semua nikmat yang telah kita terima selama ini.. dari brojot bayi sampai sekarang, semuanya adalah nikmat yang diberikan Allah sama kita, jadi harus banyak-banyak bersyukur.. :-) *nasihat untuk diri sendiri inih..*

Selamat malam langit... aku kangen nulis lagi.. met istirahat semuanya, jaga kesehatan kalian ya :-) ..

PS :
infus dan segelas minuman dari tepung maizena, itulah yang kudapat selama 3 hari di rawat, tanpa bubur atau apapun...rasanya sampe pengen lari ke warung padang saking pengen makan nasi.. hehehehe

1 comment:

  1. soal celana dalam bolong-bolong itu kalau nggak ada gambar berarti cuma hoax, hehehe...

    sekarang sudah sembuh to? perut jangan sampai kosong, mbak.

    ReplyDelete