Saturday, February 4, 2012

Pengen Ikut Lomba

Gadis kecil ini menangis pulang mengadu pada ibunya, setengah sesegukan dia berkata bahwa dia tidak diikutsertakan dalam lomba maulidan di sekolah ngajinya. Perkaranya hanya karena gadis kecil ini tidak masuk beberapa hari pengajian karena berhalangan tidak ada yang mengantarnya ngaji. Itulah kenapa gadis ini menangis terus, karena dia merasa mampu mengikuti lomba apapun dalam setiap maulidan yang diadakan di sekolah ngajinya. Buktinya setiap tahun selalu saja menang.

Kemampuannya memang tidak diragukan lagi, jika teman sebayanya masih baca buku iqro, dia sudah bisa membaca alquran padahal baru duduk di kelas 2 SD. Dia juga berani tampil tanpa malu, tanpa disuruh pun dia akan maju karena dia mampu melakukannya. Rangkingnya juga selalu bagus.

Ibunya sudah mau protes saja ke panitia lomba maulidan itu, tapi si abi (sang ayah) melarangnya, walopun ayahnya ikut kesal mendengar anaknya tidak diikutsertakan dalam lomba. Mereka jadi berfikir, apakah karena mereka menyumbang sedikit maka si gadis kecil tidak diikutsertakan?..apa hanya masalah uang..? kalo memang benar demikian alangkah tragisnya.

Yang aku tahu, sekolah ngaji manapun selalu mengikutsertakan semua anak didiknya mengikuti maulidan, jika pun tidak pasti harus melalui test untuk melihat anak mana saja yang pintar yang bisa diikutsertakan di lomba tersebut, bukankah kepintaran anak didik membawa nama baik sekolahnya? Bukannya malah me-cut anak di tengah jalan hanya karena tidak masuk ataupun sumbangannya kecil.

Gadis kecil ini terlihat murung seharian, dia diam saja. Ayah dan ibunya berusaha membujuknya dengan menanyakan apa yang dia inginkan. Anak itu sedikit ceria setelah dibujuk, dia tidak ingin macam-macam, cuma minta beliin marmut... hehehe.. dasar si Icha :-)

Sing sabar yo, nduk.. *peyuukk*

......

3 comments:

  1. aku dari dulu kagak suka ikut lomba dimana pun,soalnya kau minder orang'a dulu & pemalu tampil dihadapan publik,hehe
    yg terpenting bukan kita ikut lomba atau tidak melainkan kita bisa menerima smua keputusan yg telah ditetapkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga minderan orangnya hhehehe..ga berani tampil, senengnya cuma di belakang layar :)
      iya seharusnya bisa menerima semua keputusan kalo keputusannya tidak berat sebelah, kalo anak kecil kan taunya pengen ikut lomba, pas dilarang ya nangislah dia...hehehe..

      tapi alhamdulillah, ada lomba lain di RT situ, dan si kecil dengan beraninya maju, menang lagih...hihihi..

      Delete
  2. nggak usah sedih, ndhuk. ngaji bukan untuk dilombakan kok sebenarnya. yang penting adalah mengerti apa yang dibaca lalu menghayati dan mengamalkan.

    ReplyDelete