Friday, March 23, 2012

Kembali Ke Desa

Kesibukan pagi ini sudah dimulai sejak subuh, si emak udah ngoprek dapur mempersiapkan segalanya buatku. Dari cemilan sampai makanan untuk pagi, siang dan sore. Ini beliau lakukan karena hari ini beliau akan kembali ke desa. Jadi sebelum pulang inilah yang beliau lakukan.

Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, dengan sigap emak mengangkat tasnya setelah mencium dan memelukku disertai sebaris wejangan, lalu berangkatlah beliau sendirian pulang ke desa. Sebenarnya aku sudah berniat untuk mengantarnya jika kondisiku sudah agak membaik, tapi karena sakitku masih sering datang dan pergi, dan aku juga masih lemah, makanya emak bilang ga usah dianter, naik angkot aja gampang koq. Aku hanya bisa minta maaf..

Sendirian lagi, sebulan penuh dirawat terasa banget aku seperti kembali menjadi anak kecil. Segalanya tersedia sejak aku bangun sampai aku tidur di malam hari. Sekarang back to reality, semuanya harus dikerjakan sendiri. Semoga saja nyeri ini tidak kumat terlalu sering, dan berangsur sembuh, karena pasti akan menyulitkanku untuk mengerjakan aktifitasku.  Untung saja sekarang sudah ada si mbak yang datang tiap harinya untuk bebenah, jadi aku bisa ngurus dapur tanpa harus terlalu lelah mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.

Emakku bilang, kalo ada apa-apa telpon aja, nanti beliau bakalan datang lagi. Semoga saja tidak, aku rindu sehat. Dan semoga saja kesembuhanku tidak akan lama...

Tetap semangat..!  :-)
Makasih sudah merawat aku ya, bu.. jaga kesehatan selalu, kabari jika sudah sampai di sana. Lop yuh..!

6 comments:

  1. terimakasih emak.

    itulah ibu kita, beliau akan memberikan apa saja buat kita. mudah-mudahan kita selalu dapat memberikan yang lebih baik dari apa yang telah ibu kita berikan untuk kita. amin.

    semoga lekas sehat seperti sedia kala. amin.

    ReplyDelete
  2. setiap dari kita semua termasuk mba pasti rindu akan sosok ibu,tapi percayalah ibu akan selalu menemani kita sepanjang waktu tanpa pernah berhenti

    ReplyDelete