Friday, June 8, 2012

Hujan Bawa Aku Pergi

hujan datang menemani malam ini
berderai merinai membasuh dinding hati
menghanyutkan semua mimpi
hingga tandas tuntas tak berbekas

dingin menerpa sebuah wajah sendu
menghapus debu kegalauan
menghilangkan rintih yang gaungnya mulai samar
memudar bersama bulir yang mengalir

hujan
bawa aku pergi dari ruang beku ini
............

14 comments:

  1. disini panas - panas saja.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...ini dua hari yang lalu..:)
      mas affan memang dimana koq panas-panas aja..?

      Delete
  2. Hujan bukan hanya menghanyutkan. Ingat, dia juga menyuburkan. Dia pun bisa menjadi media thaharah yang suci dan mensucikan. Kenapa tidak sifat hujan ini yang digunakan sebagai pilihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mustinya begitu, tapi biasanya hujan selalu mengingatkan semua rasa sedih di dalam hati.. :)
      hujan identik dengan galau, melow, bayangan, kesedihan, kesepian, dll... intinya mah lebaaaayy...hhahaha..

      Delete
  3. wahh yang bener edisi #galau.. apa edisi #lebay..nich mbak...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. dua-duanya, Nyit..hihihi..
      kemana aja dirimu..? kangen deh.. :)

      Delete
  4. Hujan nih di jalan saat kereta melaju ke arah Bogor

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. sudah beku, tinggal cari air panas biar cair.. :D

      Delete
  6. Replies
    1. adu-duuhh...sekarang dah ngga, soalnya dah lama ga ujan...hehehe

      Delete