Monday, June 25, 2012

Saat Terluka

Aku bukan diriku lagi saat ini, ntah kenapa aku berubah menjadi orang yang sangat sensitif dan cenderung jahat..
Kau kenapa lagi..? kumat..?
Ya, aku selalu saja kumat jika sudah merasa tersentil sedikit saja, dan parahnya orang yang kusayang malah tidak peduli padaku.
Itu karena kau masih terluka akan sikapnya.. kenapa tidak kau ikhlaskan saja perasaan itu..?
Inginnya begitu, tapi ternyata sulit. Rasanya aku ingin mati saja..
Kalau kau mati siapa yang akan menjaga anakmu..?

Biar dia saja, biar dia puas telah menyakitiku..
Hussh..! Ga boleh ngomongin soal mati..! Pamali..!
Ntahlah, aku sudah tidak punya semangat hidup lagi sekarang. Kecenderunganku menjadi jahat sepertinya semakin membuatnya jijik padaku..
Hhhh.. kau selalu seperti itu, makanya tubuhmu kurus kering begini.. sudahlah, jangan pedulikan orang yang tidak memperdulikan kita, yang susah dan sedih kita sendiri kan..?
Iya .. kau tau, aku sendiri benci dengan sifat jahatku ini.. aku bahkan tidak bisa mengontrol perkataanku jika sedang kumat..
Ya aku ngerti, beberapa orang cenderung berubah negatif saat sedang terluka, dia ingin orang lain juga merasakan apa yang dia rasakan..
He em..
Sudahlah, lebih baik kau makan dulu, kau belum makan kan..?
Belum.. aku agak demam karena kumat ini..
Ah, kau sama saja denganku, kalo kumat selalu saja demam..
Tadi anakku yang mengurus dan menyelimuti aku ...
Lihat kan..? Apa kau tidak kasihan pada anakmu..? Makanya ga usah mikirin mau mati.. biarkan saja dia tidak peduli, yang penting anakmu masih peduli...dia masih membutuhkan kau saat ini..
He em..
Tidurlah.. tetap semangat ya..!
Makasih.. :-)
Sippo..!

Kadang orang yang terluka bisa berubah menjadi pribadi yang berbeda, seakan semua sifat baiknya hilang begitu saja ditelan rasa pahit di dalam hati, malah terkadang bisa nekad melakukan hal-hal yang jahat. Jadi jangan pernah menganggap remeh perasaan seseorang, manusia itu punya hati yang berbeda, sebagian bisa bersabar, sebagian lagi tidak, hati-hatilah menjaganya. Sama sepertiku, kadang ucapanku pun kasar jika sedang terluka, itu artinya aku kurang bersabar menghadapi suatu masalah. Jadi sebisa mungkin aku memilih untuk diam daripada berucap yang kemudian malah akan kusesali setelahnya.

Aku masih harus belajar banyak tentang kehidupan...

No comments:

Post a Comment