Thursday, July 12, 2012

Perempuan Yang Kuat

Hujan mengguyur saat kulangkahkan kaki keluar dari rumah mungilnya, matanya terlihat mengantuk tapi dia masih tersenyum mengantarkan kepergianku. Setengah berlari menembus hujan menuju kendaraan yang terparkir tak jauh dari situ, menyalakan mesinnya lalu melaju ke arah ibu kota.

Ada yang tertinggal di dalam hati, setumpuk wejangan yang tidak pernah berhenti dia lafalkan kepadaku, lagi dan berulang-ulang. Sepertinya dia mengerti bahwa aku termasuk orang yang mudah sekali jatuh dan terbawa suasana hingga mudah sakit. Mentalku lebih mirip kerupuk basah yang ketika jatuh pasti akan langsung hancur. Dia dapat membaca apapun yang terlintas di dalam hatiku melalui wajahku, aku seperti sebuah buku terbuka baginya walaupun aku tidak pernah mengatakan apapun. Yang paling dia sering katakan adalah sabar dan ikhlas.. dua kata itu saja yang berulang kali diucapkannya lewat media mana pun, mungkin karena selalu kuatir dengan keadaanku.

Saat wejangan terucap, aku hanya bisa tersenyum mendengarkannya, tanpa membantah tanpa menambahi apapun karena semua yang dia ucapkan adalah benar adanya. Darah kami sama, tapi ntah kenapa dia lebih kuat daripada aku, padahal kehidupan dirinya lebih berliku dibandingkan diriku, tapi dia masih saja bisa tertawa dan tersenyum. Sedangkan aku..? Tersentil sedikit saja langsung melempem sakit tak berkesudahan.

Tapi semoga dengan berlalunya waktu, akan mengubah diriku menjadi semakin dewasa dan bisa lebih baik dalam menghadapi semua cobaan hidup. "Belajarlah menjadi perempuan yang kuat...!" Ucapnya tegas sambil mengepalkan tangan, "alihkan saja semuanya, jangan terlalu dipikirkan, ya..? Ingat itu..!" aku mengangguk mengiyakan. Dia juga menyuruhku cerita apapun jika ada masalah, jangan dipendam sendiri katanya, lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk dan bilang iya, walaupun kenyataannya aku tidak pernah cerita apapun. Kesian, bebannya sudah terlalu berat apalagi jika ditambah dengan masalahku.

Rintik hujan mereda saat kendaraan kubelokan ke arah tol, di sepanjang jalan aku masih saja terngiang-ngiang dengan ucapannya...hmm, perempuan yang kuat ya..apakah aku bisa seperti itu..?

Semoga saja...malu sama umur, udah tua masih aja mletoy gini...

*) Bogor, 11 Juli 2012 ...sowan ke rumah ibu di Bogor..

12 comments:

  1. bisa! kekuatan ada karena proses latihan bukan?
    yuk kita latihan. benar kata ibu, jangan memendam masalah sendiri. bakalan jadi penyakit nantinya kan Mbak.
    sukses selalu.
    btw Bogornya dimana Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas..makasih doanya :)
      Bogornya di Ciomas tuh.. kalo mas Roni dimana?

      Delete
  2. yakin pasti bisa dehh mom... :)

    ReplyDelete
  3. dibalik pemimpin yang tangguh dan disegani terdapat seorang perempuan yang kuat..

    ReplyDelete
  4. semua itu seberapa niat mba untuk semua itu,

    ReplyDelete
    Replies
    1. niat banget mas, cuma ya gitu..
      kena angin dikit langsung ambruk..:D
      *ga niat kali ya itu mah..hehehe*

      makasih..:)

      Delete
  5. Mbak Ay pasti bisa :)

    Semangat ya....

    ReplyDelete
  6. terharu :') salut sama postingannya kakaa

    yang comment disini aku boleh share yah

    magandabahaghari.blogspot.com follow yah :) terima kasih kaka-kaka sekalian

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih dah mampir ya..:)
      dah di follow tapi knp ga bisa dikomen ya?

      Delete