Friday, September 21, 2012

Hujan, Kau dan Aku

suaranya pelan memperdengarkan nada yang indah..
perlahan namun pasti suara itu mulai terdengar keras..
memantul di setiap dinding ruang hati..
sejuk seakan memeluk diri..

hujan datang lagi..
tanah basah dengan harum yang sama..
dalam genangan air yang memantulkan kenangan lama..
hujan, katamu pelan..
ya, di sini juga..
lalu jendela kaca itu pun mengembun..
mencetak jejak nafas kita di sana..

apakah kau ingat akan setiap tetesannya..?
yang basah menutupi setiap luka yang kita lalui..?
atau pun tersenyum saat dinginnya meredakan setiap amarah..?
aku tidak akan pernah melupakan dentingnya..
karena hujan, kau dan aku adalah satu..

# kisah langit

11 comments:

  1. hujan tetaplah dalam misinya: menyuburkan dan menyejukkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi karena ada ketidaksemimbangan yang dilakukan manusia, lebih sering mendatangkan bencananya..

      Delete
  2. Hellow mbak, pelukis langit...
    lama gak bw
    Tapi nadanya masih sama

    tentang hujan, dari sudut langit manapun dia turun partikelnya seperti mantra rindu. Makassar sedang kemarau, rindu hujan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantra rindu selalu terucap saat hujan datang :)
      nadanya masih melow aja ya?..hehehe..

      pa kaburnya neng..?
      semoga di Makassar segera turun hujan..

      Delete
  3. ah si bebek ujan mulu yang dipikirin
    makanya jadi bangkong aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...bebek kan butuh air juga buat berenang raw..
      makanya nungguin ujan..

      bangkong apaan sih?

      Delete
    2. eh ujan gerimis aja
      ikan betok ade kulitnye

      eh kodok ya, bukane bangkong..?

      Delete
  4. Aku suka hujan,
    menatapnya dari balik jendela,
    :)

    ReplyDelete
  5. Wah beruntung ada hujan awal perjumpaan itu.....:)

    ReplyDelete