Tuesday, January 15, 2013

Demi Hatiku

Aku sudah diujung jalan kemarin lalu, tinggal belok sedikit lagi dan menghilang. Tapi, alih-alih belok dan pergi, aku malah kembali lagi ke titik dimana aku memulai. Salah besar, karena ternyata apa yang kujumpai sudah bukan milikku lagi, semua berubah hingga aku berada di persimpangan penuh kebingungan.

Memaksakan diri bahwa semua belum berubah pun akhirnya malah membuatku terjatuh dalam. Dulu aku pernah jatuh di sini, di tempat yang sama, dan kali ini aku terjatuh lagi. Harusnya aku belajar mengembangkan sayap dan terbang menghindari jurang itu. Tapi dasarnya aku bodoh, aku kembali ke tempat yang sama dan terjatuh lagi di sana.

Dua kali jatuh, dua kali pula aku harus bangkit sendiri, tak ada seorangpun yang mau mengulurkan tangannya padaku, tidak ada seorang pun yang peduli. Hingga aku harus merangkak sendiri dengan tubuh dan hati penuh luka. Jiwaku menghujan, meneteskan darah di setiap luka yang tergores.

Lalu apa yang terjadi..?

Maaf sebelumnya, tapi aku menyerah sekarang. Mungkin lebih baik aku pergi, memulai semuanya tanpa harus merasakan luka lagi. Sudah tidak ada yang tersisa untukku lagi sekarang, jadi untuk apa berusaha mengembalikan semuanya seperti semula..? Semuanya hanyalah khayalan semu seorang wanita penyendiri yang berusaha menggapai langit tanpa tahu yang tersisa di sana hanyalah awan kelabu dan debu.

Kehadiranku sudah tidak diperlukan lagi sekarang, tidak perlu memaksakan diri untuk peduli padaku saat hati sudah terasa hambar. Aku seharusnya cukup tahu diri untuk tidak berharap lebih. Membaca semua yang terlihat di dirinya, berkaca pada raut wajahnya dan semua bisikan hati, mereka bilang 'pergilah'...

Luka hati yang dulu belum juga mengering tapi aku sudah membuat luka baru lagi karena kebodohanku sendiri. Aku tidak yakin akan bertahan dengan luka seperti ini jika dibiarkan saja. Aku harus segera menutupnya rapat, kalau tidak aku akan benar-benar kehabisan darah lalu mati.

Bumi seharusnya menjadi tempat yang aman untuk bersembunyi dari semua kehampaan hatiku. Jauh dari ketidakpedulian, jauh dari keegoisan dan nafsu membabi buta, jauh dari awan kelam yang semakin jauh dari hari ke hari, jauh dari bayangan hitam yang melekat erat seakan tak mau pergi, jauh dari ...dirinya.

Aku butuh perban yang banyak untuk lukaku ini, dan aku tidak yakin dia akan memberikannya padaku. Saatnya untuk belajar membalut lukaku sendiri, membersihkannya dari kesedihan berkepanjangan, dan memberikannya semangat agar bisa melangkah lagi.

Aku ingin berdiri tegap dengan senyum di wajahku, bukan hujan di mataku..

Farewell blue sky...you will be in my heart forever...

Jika masih ada rasa peduli yang tersisa, mungkin dia akan mencariku, tapi jika tidak, berarti ketidakpedulian itu memang nyata adanya...apapun itu, terima kasih telah hadir di dalam hidupku..

# kisah langit yang terlupakan..
# kisah rindu
# kisah jembatan pelangi

Powered by Ay Sagira®

34 comments:

  1. MOVE ON!!!

    Mungkin kawan mayamu ini tidak lebih berharga dari ujung kuku orang yang selama ini sempat mengisi hidupmu itu, tapi setidaknya kawan mayamu ini akan selalu berusaha membuatmu tersenyum.

    #kecup, walau aku belum mandi

    ReplyDelete
  2. singgah dimari,....slm kenal mba yg paling cantik di KPK... :)"

    ReplyDelete
    Replies
    1. cuma satu-satunya cewe sih ya :)
      eh, ada satu lagi ding, si neng Ririe Khayan..

      makasih udah mampir ya mbak Cii..

      Delete
    2. bebek cantik..?
      pitnaaaaaah....

      Delete
  3. "Aku ingin berdiri tegap dengan senyum di wajahku, bukan hujan di mataku.." berdiri tegap seperti satpam. boleh hujan di mata tapi hanya gerimis aja jangan sampai deras, tar banjir...hehehehe

    artikel yang menyentu banget mbak..:D
    salam sukses dan salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mas wawan..
      sukses juga buatmu, makasih dah mampir ya :)

      Delete
    2. kalo buat mas Wawan nggak ada yang spesial kayak buat Mas Rudy ya Mbak?

      Delete
    3. Rudy kan istimewa..
      brondong nekatan.. :D

      Delete
  4. ekspresikan begitu Mbak. bagus, tumpah sudah kan jadinya.
    kadang penyelesaian secara mandiri lebih mantap daripada dengan bantuan orang lain, sekalipun orang lain itu adalah orang yang kita kasihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ekspresi apaan
      ngetiknya aja sambil cengengesan...

      Delete
    2. malah bagus nek sambil ketawa, berarti uneg2e ilang kabeh.

      Delete
  5. dah besok ndaptar jadi hansip aja dah...

    ReplyDelete
  6. mengharu biru mbak Ay
    move back itu mah
    jembatan pelangi mananya semanggi mbak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. move back harusnya dibuat bercermin ya :)
      jembatan pelangi di kolongnya jembatan semanggi..hehe

      Delete
  7. Hatimu memang benar^ bersih, sebersih embun pagi yg belum pernah dikotori oleh debu..
    postingan yg menarik dan sukses selalu
    trims sudah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak penyuluh satu type dengan mas Rudy. jangan2?

      Delete
    2. ga mempan mas..
      hatiku tak mudah terbagi..

      taelaa...

      Delete
  8. ini bukan review kontes bank mandiri kan ?
    huahahahahahaha....plekkk (dibalang panci)

    ReplyDelete
  9. wesss ojo nangis.....semangat
    kan ada kita2 anggota kpk yang siap membantu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. adminnya kemana y, aku mo bilang blognya sudah dipolow...minta dipolow balik kesiapa coba?adminnya ngga ada kabar beritanya, moga2 sih sehat selalu...aaaaamiiiiin

      Delete
  10. aku punya perban sisa ngabulen koreng saat terjatuh dari pohon kresem dulu, masih bagus ko....mau?

    ReplyDelete
  11. wahh kata²nya keren mbak, udah berasa baca novel aja, bagus, suka! salam kenal ;)

    ReplyDelete
  12. Hi Mba Ay, Aku join disini, Follow up aku di http://pramuwisata.blogspot.de.

    ReplyDelete