Tuesday, January 15, 2013

Sesak

Akan selalu ada hari dimana apa yang aku inginkan tidak sejalan dengan apa yang aku pikirkan, dan hari ini adalah satu diantaranya. Hujan di pagi hari dan mendung seharian seperti ikut mendukung apa yang selalu berkecamuk di dalam diriku. Aku sama sekali tidak dapat berpikir jernih. Semuanya seperti mengambang di gelapnya langit.

Akhirnya aku tidak tahan lagi, ku ambil sweater orangeku, mengenakan kacamata dan topi lalu menuntun sepeda putihku keluar pagar. Waktu menunjukan pukul 3.30 pm saat itu, dan aku mulai mengayuh sepedaku perlahan menembus mendung yang masih asik menggelayut di tepian langit.

Mengitari komplek, lalu menyusuri bkt hingga bolak balik dan akhirnya berkeringat. Kepala ini memang harus dipaksa untuk memikirkan hal lain agar tidak terlalu larut dalam masalah yang membuatku terpuruk. Dan bersepeda di sore hari memang lumayan membuatku sedikit damai. Melihat rumah-rumah berjejer di sepanjang bkt, anak kecil yang sibuk berceloteh di pinggir sungai, orang main gaple di tempat ngetem metromini, tukang pos yang mencoba menikmati sore hari di atas motor orange-nya sambil memandang sungai, anak-anak bermain bola..

Semua terlihat seperti tidak mempunyai masalah apapun dan terlihat bahagia. Bisa jadi jika mereka melihatku pun berpikiran sama. Ntah apa yang berada di hati mereka masing-masing, aku juga tidak tahu. Aku pernah bilang pada Hulk bahwa aku iri dengan mereka yang punya kehidupan di luar sana, bisa bekerja, bisa menghasilkan uang dengan keringat mereka sendiri, bisa mematut diri hingga terlihat cantik/tampan, dll..dll. Tapi Hulk cuma tertawa, lalu menanggapi bahwa bisa jadi mereka pun iri dengan apa yang ada di diriku, seperti bisa berdiam di rumah saja tanpa harus capek bekerja, bisa jalan-jalan kemana pun, tidak direpoti apapun, dll..dll. Hmm..kupikir benar juga apa yang dia katakan, memang selalu saja ada rumput yang lebih hijau di rumah tetangga, tanpa tahu rumput itu asli atau palsu.

30 menit sudah aku berkeliling, akhirnya berbalik arah menuju rumah. Sebenarnya aku berharap hujan akan turun saat aku bersepeda, sayangnya tidak. Tapi tidak apa-apa, semoga nanti malam hujan akan datang lagi menemaniku. Menghilangkan sesak di dalam hatiku, dan bernyanyi keras di atap rumahku...

# move on can be so difficult sometimes..

49 comments:

  1. Replies
    1. aku ikut pertamax
      luweh, pokoke pertamax

      Delete
    2. dan aku pun juga akan ikutan pertamax... hihihi :D

      Delete
    3. pertamax yang terakhir yang kepake

      Delete
    4. gak bisa, ane pertamax yang terakhir :-P wekk.

      hhahaha :D

      Delete
    5. wah saya masih bisa disebut sebagai pertamax buat yang kedua kali gak ya?

      Delete
    6. semua minggir. saya yg jaga pertamaxx

      Delete
    7. Semuanya Bubar!!! aku yang punya Pom Bensinnya!

      Delete
    8. bubar .. bubar..
      kolom pembuka sudah edan semua.

      Delete
  2. udah biasa kali
    maunya apa dapetnya apa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari kita bingung sama-sama...

      aaaaaa........

      Delete
    2. saya satu-satunya yang nggak bingung di sini.

      Delete
    3. saya bingung kenapa saya gak bisa untuk gak bingung

      Delete
    4. Aku bingung dengan anda semuah.

      Delete
    5. ini kolom komen kedua yang rusak parah

      Delete
    6. mesti adminya bingung....ga keliatan sih :D

      Delete
  3. Di sekitaran rumahku juga terkena banjir.
    Walaupun cuma menggenangi jalan tetapi itu cukup berbahaya buat motor yang sering ku kendarai ini....


    Sekarang hujan lagi,
    Kini tinggal menunggu apa yang akan terjadi di kemudian hari,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini ngapain Kang Reo? saya jadi bingung mana yang harus saya klik.

      Delete
    2. Klik jenggotnya yang mempesona itu!

      Delete
    3. hahahahaha...kan mas zac dikolom yg ke 3 jadi ikutan bingung gara2 Reply....:D
      yessssssss!

      Delete
  4. kemarin ditunngu didepan pintu....eh sekarang kok malah nyanyi diatas atap :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah nunggunya di halte.

      Delete
    2. saya nunggu di hatinya mbak Ay aja deh..
      biar kalau dapet kecup nyasarnya ke pipi aku,
      hahaha...

      *disampluki sendal mas rudy* :D

      Delete
    3. Mana mana mana yang berani ngombalin Mbak Bebek-ku???

      Delete
    4. hahaha... pasti sudah berantem di belakang nih mereka. biarin ah, saya yang disini sendiri sekarang

      Delete
  5. Melaporkan dari Jatinegara, disini banjir parah, bisa dibilang mpe ditutup jalan kp. melayu dsb karena banjir mencapai 50cm - 2mtr. Sekian laporan'a :)

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Mas Rud ngapain kalo Mbak ay galau

      Delete
    2. bawa baskom.....*ending galau, klo2 ada yg tumpah dr mata :D

      Delete
  7. galauwerssss... hehe...

    salam,
    joogjacircles.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. mbak ay.... aku pindah alamat blog...
    jadi poedjie05.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah kok baru ngabarin sekarang sih,klu dari kemaren2 kan saya bantuin angkat barangnya mba....emangnya pindah kemana?

      ^_^

      Delete
  9. wah mbak, emang terkadang susah menerima nasib, pengen apa yg ada pada orang lain melulu...


    btwe, salam kenal ya :)

    ReplyDelete
  10. artikel januari, semoga mei ini adminnya udah ngga galau lagih, kalau masih...lihatlah saya, ngga hujan ngga angin, ngga bokek, ngga banyak duit, pokoknya ceria selalu...untuk bisa gituh...blagak gila sajah, atau gila sekalian sajah....hehehe

    ReplyDelete
  11. Menarik sekali ceritanya, Jangan terlalu lama sedihnya ya, semoga semuanya berjalan sesuai dengan rencana hati.Salam sukses selalu.

    ReplyDelete