Wednesday, January 22, 2014

Musim Hujan

rumah guruku..
Tiga hal yang aku sukai di bumi ini adalah, hujan, bulan dan langit. Sayangnya hujanku saat ini lebih deras dari yang aku pinta, tumpah ruah semingguan ini. Rasanya koq egois banget kalo masih mengharapkan hujan dan bermelow ria sok mengingat kenangan romantis jaman dulu. Iya aku bisa bermelow dan senang dengan datangnya hujan, tapi tidak dengan yang sedang kebanjiran. Serius aku prihatin dengan mereka. Rumah guruku pun ikut terendam banjir.

Perasaan beberapa hari yang lagu ada kabar dari ramalan cuaca kalo hujan deras akan berhenti sampai hari rabu. Tapi malam ini hujan masih saja mengguyur dengan derasnya di langit Jakarta. Bahkan temanku yang rumahnya di Bekasi sampai bolak balik liat ke luar jendela memastikan air tak lagi masuk ke rumahnya. Semua orang siaga satu di musim hujan seperti ini, tidur ga nyenyak takut tiba-tiba banjir dan tak sempat menyelamatkan apapun.

Rumahku dekat pinggiran BKT, dan alhamdulillah tak ada genangan air yang berarti. Hanya di tempat agak rendah saja yang mungkin genangannya agak dalam tapi masih bisa dikendalikan. Walaupun aman, aku ga bisa kemana-mana, keluar rumah agak jauh sedikit saja sudah bertemu banjir. Minggu kemarin saja acara kondangan di Kelapa Gading dibatalkan karena daerah sana terendam air, bahkan acara pernikahannya dipindah ke Jalan Pramuka yang lebih tinggi dan aman dari banjir.

Aku heran kadang, saat banjir gini semua orang menyalahkan semua pihak, baru inget suka buang sampah sembarangan, baru inget kalo suka membebaskan lahan kosong penyerap air untuk dibangun mall atau apartemen. Lalu saat musim kering kemana saja pikiran itu..? Lupa semua kalo pernah kena banjir besar, balik lagi buang sampah ke kali, balik lagi bikin mega mall dimana-mana. Manusia memang egois ya..?

I wonder, kapan kita bisa bebas dari banjir ..?  hmm...

14 comments:

  1. Sorry ye pak ibu om tante semuanya
    Saya Pertamax

    Iyesssss

    ReplyDelete
  2. Jakarta memang Bebas Banjir. Maksudnya Banjir bebas kemana mana. Saya sejak SD-SMP di daerah Pademangan , Jakarta Utara Banjir sudah saya alami bahkan sejak saya masih duduk di Bangku SD di Penjaringan, era taon jadoel 76 an. Masalahnya sekarang BANJIR sudah seperti agenda tahunan di Jakarta dan juga daerah lainnya. Penyebab BANJIR mungkin masih harus didiskusikan lagi. Saya sangat sedih mengikuti berita di TV tentang Banjir yang melanda INDONESIA akhir akhir ini. Semua rugi, kasihan anak anak yang bisa saja terganggu sekolahnya

    ReplyDelete
  3. kunjungan silahturahmi..!

    mau diapa lagi mba.. kalo dasarnya manusia memang begitu..ya itung2 ..nambah pengalamn banjir lagi..

    ReplyDelete
  4. Bebas banjir? Mungkin berat kalo emang harus bener-bener bebas, sekarang daerah yang ga pernah banjir aja kena banjir (Contoh Kendari akhir tahun lalu), kalau semuanya sadar mungkin setidaknya bisa mengurangi besarnya banjir..

    Hmm..banjir kasih sayang bolehlah..*Mlipir... :p

    ReplyDelete
  5. pindaaaah pindah...
    tau banjir, ga mau pindah tapi bilang ga betah
    *payah

    ReplyDelete
  6. memang sangat menyiksa ya kalau lagi musim hujan. semoga ada awal yang baik setelah hujan lewat.

    ReplyDelete
  7. nah ini yang sering saya rasakan mbak ay..banjir memang membekas dalam memori otak kami sekeluarga, jadi bagaimana rasanya kebanjiran beberapa hari sudah pernah di rasakan. Rasanya? tidak enak, panik, dingin, emosi dan juga resah kapan surutnya. Betul juga, walaupun tidak terkena banjir tapi mau kemana saja susah. Biasanya harga sembako menjadi mahal karena akses dan stoknya tersendat. semoga lingkungan sekitar mbak ay aman jaya.

    ReplyDelete
  8. Memang balik ke diri sendiri lagi sih ya Mba kalo mau bebas banjir.

    ReplyDelete
  9. kalau hutan udah gak di tebangin mbak Ay, buang sampahnya juga bukan di kali
    butuh peresapan air yg banyak, jangan ditanami mall terus jakartanya
    kalau banjir ngungsi ke semarang aja mbak hehe

    ReplyDelete
  10. sejak kecil saya udah akrab dengan banjir, mbak. tapi sekarang sih sudah pindah ke area daerah bebas banjir.. tapi nggak tau lagi 5 tahun kedepan apa area ini masih bebas banjir.

    ReplyDelete
  11. hamdalah saya belum pernah terkena banjir...maklum tempat tinggal kami di Bantul masih kampung banget, tanah kosong masih luas (tapi 5 tahun belakangan makin banyak pengembang yang mendirikan perumahan bahkan kampus di tempat kami), lebih lagi di Riau, deket hutan dan kontur lahan berbukit-bukit...in shaa Alloh aman...

    semoga musibah banjir di kota-kota besar di nusantara segera bisa diatasi dan menjadi pelajaran bagi banyak pihak

    ReplyDelete
  12. Waktu masih kecil, lokasi rumah ku pernah kebanjiran juga. Tapi sekarang Alhadulillah sudah tidak pernah kena banjri lagi. karena tempat sudah pindah di tempat yang tinggi. Ikut sedih juga sih melihat hal berita seperti ini. Karena pernah merasakan hal yang sama pada usia kecil dulu.

    Salam

    ReplyDelete
  13. Pengen yang lebih seru ...
    Ayo kunjungi www.asianbet77.com
    Buktikan sendiri ..

    Real Play = Real Money

    - Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
    - Bonus Mixparlay .
    - Bonus Tangkasnet setiap hari .
    - New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
    - Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
    - Cash Back up to 10 % .
    - Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

    untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
    - YM : op1_asianbet77@yahoo.com
    - EMAIL : asianbet77@yahoo.com
    - WHATSAPP : +63 905 213 7234
    - WECHAT : asianbet_77
    - SMS CENTER : +63 905 209 8162
    - PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

    Salam Admin ,
    http://asianbet77.com/

    ReplyDelete